Hidup ini cuma satu kali,tapi untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik masih ada berkali-kali kesempatan,...... dan Semoga yang Maha Kuasa selalu menuntun Q menuju jalan kebaikan.....Amin
Rabu, 30 Juni 2010
Surat Kecil Untuk Sang Kekasih

Sudah banyak cinta, yang tlah ku rasakan…
Tapi tak pernah ku merasakan getarannya…
Getaran yang kurasakan saat bersamamu…
Semuanya terasa begitu murni…
Dahulu ku merasakan kepedihan yang mendalam…
Kepedihan yang tak pernah ku dapat kulupakan…
Kini, kau datang dengan mempersembahkan sejuta makna didalamnya…
Kau tlah tancapkan cintamu dalam jiwaku…
Sungguh aku tak ingin merasakan, kepedihan itu…
Aku tak inginkan semua itu terulang kembali…
Entah apakah, kau pernah merasakannya atau tidak…
Yang pasti, rasanya begitu pedih dan memilukan…
Detik ini, dalam waktu ini, aku disini…
Kau akan dapati aku, aku pergi dari sisiku…
Entah sudah berapa banyak aku menyakiti hatinya…
Yang aku tahu, aku tak ingin kehilangan dirinya, sedikitpun…
Yang aku tahu, aku rela meluangkan waktu bersama temanku untuknya…
Yang aku tahu, aku begitu mencintainya hingga orang lain tak ada yang boleh miliki dirinya…
Setiap waktu yang diberikan olehnya…
Aku slalu menggunakannya, dengan penuh perhitungan…
Karna ku tak ingin, kehilangan waktu untukmu…
Hanya kau yang aku inginkan, untuk mengisi kehampaan hati ini…
Derai air mata mengalir…
Tak hentinya untuk memanggil dirimu…
Untuk hadir bersamaku, disini…
Kasih, tetaplah disini bersamaku…
Tapi
Maafkan aku...
Maafkan aku...
Kegundahanku mencoba menghantuiku
Kerisauan kucoba tuk melupakanmu
Maafkan aku yang sewaktu-waktu membencimu
Ku tak ingin ini terjadi, tapi kenapa harus terjadi juga
Maafkan aku jika suatu saat aku tak ingin menyapa dirimu
Goresan cinta yang kau berikan meninggalkan setiap semangat kehidupanku
Kenapa kau angkuh kepadaku..??
Meninggalkan kesendirianku
Ku tak akan bias menjawabnya
ku tak ingin lupakan dirimu
Menghapuskan semua kenangan tentangmu
Dan menyendiri pergi tuk lupakanmu
Mulai hari ini
Buanglah tatapanmu dariku jika kita bertemu
Yang akan membuatku ingat dirimu kembali
Yang akan membuat luka bathinku lagi
Dan akan mengusik mimpi-mimpiku lagi
Kau terlalu angkuh tuk ku temani...
Selasa, 22 Juni 2010
Bukti Kasih Seorang Ibu

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.
Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini
Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..
Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun
There is a story living in us that speaks of our place in the world
It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves
Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali
Janganlah Kau Bersedih

Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat obat yang diberikan dokter, dijual di apotik, dan diagnosa seorang dokter tidak akan pernah membahagiakan diri Anda. Apalagi bila anda masih menanamkan kesedihan dalam hati, menggantungkan kesedihan di dalam kedua kelopak mata, membiarkan diri Anda untuk dimasuki kesedihan itu, dan menyusupkannya di bawah kulit, maka semuanya itu akan sia-sia.
Jangan bersedih, karena kesedihan itu akan membuat harta yang tersimpan di lemari-lemari Anda yang indah, di istana-istana Anda yang megah, dan di dalam kebun-kebun Anda yang hijau itu hanya akan menambah kecemasan dan kesedihan Anda saja
Jangan bersedih, karena Anda masih memiliki do’a. Anda boleh bersimpuh di depan pintu-pintu Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Anda dapat memperoleh ketenangan di depan pintu-pintu Sang Raja Diraja. Anda juga masih memiliki waktu sepertiga akhir malam dan masih menempelkan dahi ke tanah, bersujud.
air-mata
Jangan bersedih, karena Allah telah menciptakan bumi dengan segala isinya, telah menumbuhkan taman-taman yang memberikan pemandangan indah, kebun-kebun yang berisi tumbuh-tumbuhan yang indah dan rimbun untukmu, kurma-kurma yang tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun, bintang-bintang bercahaya, hutan belantara, dan sungai-sungai.

Jangan bersedih, karena Anda masih dapat minum air yang jernih, menghirup udara yang segar, berjalan di atas kedua kaki tanpa menggunakan alas kaki, dan Anda masih dapat tidur nyenyak pada malam hari.
Perbanyaklah membaca istighfar agar anda menemukan jalan keluar, mendapatkan ketenangan batin, harta yang halal, dan keluarga yang shalih.
Sabda Nabi: “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, nisaya Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap kecemasan dan akan membukakan pintu keluar dari setiap kesempitan”
Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta merupakan karunia ilahi, hadirnya tanpa diundang secara tiba-tiba kita sadari kuat tertanam dalam hati.Getar kalbu terasa kuat saat kita menaruh cinta pada seseorang, dia seakan cahaya dalam setiap langkah kita. Namun ketika kita tau orang yang kita cintai tidak mencintai kita? tak pernah menaruh hati pada kita?tak pernah menginginkan kita? rangkaian kata kekecewaan yang tumpah….
Ketika ada alasan : “Akupun tidak tau kenapa,tapi dia yang paling terbaik dintara sekian banyak manusia, sungguh tak ada yang bisa menggantikannya walau dicari kebelahan bumi manapun!”
Perih yang dirasa…kemanakah kita mengadu? dimana tempat untuk mengobati luka hati kita?
Sadarkah kita..?
saat kita mencintai seseorang itu sama artinya kita telah menghamba kepadanya…
sadarkah kita..?
saat seseorang yang kita cintai tidak mencintai kita, itu berarti dia melihat kekurangan pada kita? terpikirkah kita..? jika dia yang kita harap saja tidak bisa mencintai kita, apalagi yang menciptakannya?? bersyukurlah kita yang menyadari akan kekhilafan kita… bahwa sangat sulit untuk menggapai cinta-Nya dengan dipelajari dari makhluk yang bernama manusia..

Sesungguhnya apa yang telah kita miliki adalah sempurna… rupa wajah kita adalah yang terindah yang kita miliki…. namun sinarnya belum terlihat..masih pudar dan perlu dibersihkan..dimana letaknya tersimpan didasar yang paling dalam,yang sulit terjangkau..didalam QALBU…. jika sinarnya sudah mendekati kesempurnaan kilaunya akan memancar… itulah kecantikan atau ketampanan yang hakiki…..
Harus kita sadari seseorang yang mengerti cinta mencintai bukan karena kecantikan atau ketampanan atau kekayaan… tetapi melihat pancaran yang ada pada qalbu…karena kecantikan atau kertampanan akan sirna bersama waktu.. kekayaan akan lenyap bersama putaran roda dunia…sedangkan pancaran qalbu akan selalu abadi bersama ridha ilahi…
Namun tak harus kita lupa bahwa cinta tak berarti memiliki, kita tak bisa memiliki hati kita sendiri, apalagi kepunyaan orang lain? yang berhak memilikinya hanyalah Allah..
“Laa tahzaan wa laa takhaaf…” Allah selalu menyayangi kita …kita akan menemukan cinta…”Mahabbah fillah…”
Keistimewaan Surat Al-Fatihah

al-fatihah
Berbicara tentang keistimewaan Al-Fatihah, ada satu pertanyaan yang mungkin menggelitik kita semua, yaitu apakah ada yang lebih istimewa suatu surat atau ayat dalam Al-Qur`an dibandingkan dengan surat atau ayat lainnya? Bolehkah suatu surat atau ayat dianggap lebih mulia dan penting dari surat atau ayat lainnya?
Para ulama setelah meneliti sejumlah hadits yang menerangkan tentang keistimewaan beberapa surat atau ayat Al-Qur`an, berpendapat bahwa memang ada keistimewaan suatu surat atau ayat dari surat atau ayat lainnya dalam Al-Qur`an.
Izzudin bin Abdissalam berkata, “Firman Allah tentang Zat-Nya lebih afdhal (utama) dari firman Allah tentang yang lainnya. Ayat Qul huwallaahu ahad lebih afdal dari ayat Tabbat yadaa abii lahab. Sebab, ayat Qul huwallaahu ahad menerangkan tentang keesaan Allah, sedang ayat Tabbat yadaa abii lahab menerangkan tentang kecelakaan Abu Lahab.”
Namun, perlu dicatat bahwa keistimewaan tersebut bukan mengenai keagungan atau kedudukannya, tetapi semata-mata kelebihan tentang arti atau maknanya.
Banyak hadits Rasulullah saw yang menerangkan tentang keistimewaan Al-Fatihah, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Paling Utama
Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan, “Yahya bin Said menyampaikan kepada kami dari Syu’bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdurrahman, dari Hafidz bin Ashim, dari Abu Said Al-Ma’alli ra, ‘Ketika aku sedang shalat, Rasulullah memanggilku. Aku tidak menyahut. Setelah selesai shalat, aku mendatangi beliau.’
Rasulullah bersabda, ‘Kenapa kamu tidak segera mendatangiku?’
Aku menjawab, ‘Karena aku sedang shalat, ya Rasulullah.’
Kemudian, Rasulullah bersabda, ‘Aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling utama dalam Al-Qur`an sebelum kamu keluar dari masjid ini, yaitu Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin (dan seterusnya) ialah tujuh ayat yang berulang-ulang dan itulah Al-Qur`an Al-Azim yang telah disampaikan kepadaku.’”
2. Tidak Ada yang Menyerupainya dalam Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur`an
Imam Malik bin Anas meriwayatkan dalam kitabnya, Al-Muwaththa, dari Al-‘Ala bin Abdurrahman bin Ya’kub Al-Haraqi bahwa Abu Sa’id Maula ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka, “Rasulullah saw memanggil Ubay bin Ka’ab, sementara Ubay bin Ka’ab sedang shalat.
Setelah selesai shalat, Ubay bin Ka’ab mendatangi Rasulullah, kemudian Rasulullah memegang tangan Ubay dan bersama-sama berjalan keluar dari masjid sambil bersabda, ‘Aku ingin kamu jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surat yang tak pernah diturunkan dalam Taurat, Injil, dan tidak pula dalam Al-Qur`an yang menyamainya.’
Ubay berkata, ‘Aku memperlambat jalanku dan bertanya kepada Rasulullah, ‘Surat apakah itu, ya Rasulullah?’ Lalu, Rasulullah membaca, ‘Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin (dan seterusnya), inilah surat itu, yaitu tujuh ayat yang berulang-ulang dan dialah Al-Qur`an Al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku.’”

fatihah
3. Langsung dari Arsy
Al-Hakim meriwayatkan dalam kitabnya, Al-Mustadrak, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Amalkanlah semua yang terdapat dalam Al-Qur`an, halalkanlah apa yang dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia. Jangan sekali-kali engkau ingkari apa yang ada di dalamnya. Pada apa-apa yang kamu tidak mengerti maksudnya, kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang memiliki pengetahuan sesudah aku meninggal nanti, supaya diterangkan kepadamu. Berimanlah kamu kepada Taurat, Zabur, Injil, dan apa saja yang dibawa oleh para nabi dari Tuhan mereka. Al-Qur`an dan segala keterangan yang tercantum di dalamnya akan memberi kelapangan kepadamu. Sesungguhnya Al-Qur`an itu pemberi syafaat, sesuatu yang tak pandai berbicara tetapi membawa kebenaran. Sedangkan surat Al-Fatihah diberikan kepadaku langsung dari Arsy.”
4. Sebagai Obat (Penawar)
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Pada suatu hari, kami bermalam di suatu dusun. Seorang budak perempuan datang kepada kami dan berkata, ‘Kepala desa di sini sedang sakit dan tak seorang pun di antara kami yang dapat mengobatinya. Adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?’ Salah seorang dari kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak yakin ia dapat mengobatinya. Ia membacakan sesuatu, dan ternyata kepala desa itu sembuh. Ia diberi hadiah 30 ekor kambing dan kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali, kami bertanya, ‘Apakah yang kaubaca tadi? Apakah engkau tukang mantra?’ Ia menjawab, ‘Tidak, saya bukan tukang mantra, tetapi saya hanya membacakan Ummul Kitab (Al-Fatihah).’ Kami berkata, ‘Jangan kabarkan kejadian ini kepada siapa pun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah.’ Sesudah sampai di Madinah, kami mendatangi Rasulullah dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah bersabda, ‘Al-Fatihah itu obat.’”
Kisah ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud. Dalam beberapa riwayat dari Imam Muslim diterangkan bahwa penyakit orang tersebut adalah terkena sengatan binatang berbisa, dan orang yang mengobati itu adalah Abu Sa’id Al-Khudri sendiri.
Menanggapi hadits di atas, para ulama berbeda pendapat tentang maksud Al-Fatihah yang dapat mengobati penyakit. Pokok perbedaan pendapat itu bermuara pada hadits di atas dan ayat-ayat Al-Qur`an berikut ini.
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yunus [10]:57)
“…Katakanlah, ‘Al-Qu`an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman….’” (QS Fushshilat [41]:44)
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS Al-Isra [17]:82)
Berdasarkan ayat-ayat dan hadits di atas, para ulama sepakat bahwa Al-Qur`an itu merupakan obat. Namun, obat bagi penyakit apa, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur`an menjadi obat bagi penyakit batin atau rohani, bukan obat bagi penyakit jasmani. Namun, sebagian lagi berpendapat bahwa Al-Qur`an dapat menjadi obat bagi penyakit rohani dan jasmani. Di antara ulama besar yang berpendapat bahwa Al-Qur`an, khususnya Al-Fatihah, dapat menjadi obat bagi penyakit jasmani dan rohani adalah Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya, Madarij As- Salikin, menulis, “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai Al-Fatihah dapat menjadi obat bagi penyakit rohani. Selain itu, Al-Fatihah dapat pula menjadi obat bagi penyakit jasmani sebagaimana telah diterangkan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Para ulama ahli hadits (muhadditsin) tidak berselisih pendapat mengenai kesahihan hadits tersebut. Dalam hadits tersebut diterangkan dengan jelas bahwa penyakit tersebut sembuh dengan dibacakan Al-Fatihah.”
“Al-Fatihah banyak mengandung rahasia dan hikmah yang sangat tinggi. Di dalamnya terkandung penjelasan tentang tauhid, penyerahan diri kepada Allah, pujian kepada Allah, nama-nama Allah yang baik dan dapat Mukjizat Al-Fatihah mendatangkan kebaikan, yang salah satunya adalah kesembuhan. Inti persoalannya memang bukan semata-mata sebagai obat, tetapi bergantung pada tingkat keimanan dan keyakinan kita kepada Allah karena Dialah yang menyembuhkan,” demikian tulis Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
* Dikutif dari buku “Mukjizat Al-Fatihah”
Adab Bertamu Secara Islami

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dipastikan bahwa seorang manusia tidak dapat hidup seorang diri, sekaya dan secukup apapun, pastilah seorang manusia membutuhkan pertolongan dan bantuan orang lain. Dari rasa saling membutuhkan inilah timbul jalinan persaudaraan atau ukhuwah,pertemanan, dll. Dan setiap kegiatan sosialisasi tentunya ada kegiatan saling berkunjung baik ke rumah kerabat maupun menghadiri undangan walimahan kerabat, dll.
Hal inilah yang membuat saya berpikir lebih lanjut, bagaimana sih adab bertamu ke rumah kerabat atau memenuhi undangannya secara Islam. Bagaimana secara Islam sikap yang seharusnya dalam memuliakan tamu dan menjadi tuan rumah, saya menemukan beberapa artikel di Internet yang akan saya copy paste disini. Semoga membantu dan menjadi pelajaran bagi kita semua dan terutama diri saya sendiri. Insya Allah… Amiin…
Adab bertamu bagi Tamu:
1. Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur/halangan, karena hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengatakan:“Barangsiapa yang diundang kepada walimah atau yang serupa, hendaklah ia memenuhinya”. (HR. Muslim)
2. Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya, karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaannya. Ini berarti Islam secara NYATA mengajarkan bahwa tidak ada perbedaan manusia, kecuali dalam hal takwa.Apabila kita sedang berpuasa sekalipun, diharapkan hadir. Ada hadits yang bersumber dari Jabir Radhiallaahu anhu menyebutkan bahwasanya Rasululloh SAW bersabda:”Barangsiapa yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
3. Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum semuanya siap. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu.
4. Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan rumah.
5. Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya. “Ya Allah, ampunilah mereka, belas kasihilah mereka, berkahilah bagi mereka apa yang telah Engkau karunia-kan kepada mereka. Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberi kami makan, dan berilah minum orang yang memberi kami minum”.
6. Tidak Mengintai Ke Dalam Bilik. Jika kita hendak bertamu dan telah sampai di halaman rumah, tidak diizinkan mengintip melalui jendela atau bilik, walaupun tujuannya ingin mengetahui penghuninya ada atau tidak.
7. Tidak Masuk Rumah Walaupun Terbuka Pintunya. Dari ayat 27 An Nuur, sebagaimana telah ditulis di atas, kita baru boleh masuk rumah orang lain harus mendapatkan izin dari pemilik rumah.

8. Minta Izin Maksimal Tiga Kali. Tamu yang hendak masuk di (halaman) rumah orang lain jika telah meminta izin tiga kali, tidak ada yang menjawab atau tidak diizinkan, hendaknya pergi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia berkata,“Abu Musa telah meminta izin tiga kali kepada Umar untuk memasuki rumahnya, tetapi tidak ada yang menjawab, lalu dia pergi, maka sahabat Umar menemuinya dan bertanya,”Mengapa kamu kembali?” Dia menjawab,”Saya mendengar Rasululloh bersabda,”Barangsiapa meminta izin tiga kali, lalu tidak diizinkan, maka hendaklah kembali.”
9. Tidak Menghadap Ke Arah Pintu Masuk. Ketika tamu tiba di depan rumah, hendaknya tidak menghadap ke arah pintu. Tetapi hendaknya dia berdiri di sebelah pintu, baik di kanan maupun di sebelah kiri. Hal ini dicontohkan Rasululloh SAW.Dari Abdulloh bin Bisyer ia berkata,“Adalah Rasululloh SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya ke depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan ”Assalamu ‘alaikum … assalamu ‘alaikum …”
10. Hendaknya Menyebut Nama Yang Jelas. Ketika tuan rumah menanyakan nama, tamu tidak boleh menjawab dengan jawaban “Saya” atau jawaban yang tidak jelas. Karena tujuan tuan rumah bertanya adalah ingin tahu siapa tamu yang mengunjunginya dan untuk menentukan sikap apakah tamu tersebut boleh masuk atau tidak.
Adab menerima tamu bagi Tuan Rumah:
1. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan/melupakan orang-orang fakir. Rasululloh SAW bersabda:“Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang faqir.” (Muttafaq’ alaih).
2. Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasululloh SAW dan membahagiakan teman-teman sahabat, ataupun syukuran dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
3. Tidak memaksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan:“Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata: “Kami dilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot).” (HR. Al-Bukhari)
4. Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.
5. Jangan menampakkan kejemuan/kebosanan terhadap tamu, tetapi tunjukkanlah kegembiraan dengan kahadiran tamu tersebut.
6. Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berarti menghormatinya.

7. Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hidangan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan.
8. Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian.
Langganan:
Postingan (Atom)