Selasa, 22 Juni 2010

Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan



Cinta merupakan karunia ilahi, hadirnya tanpa diundang secara tiba-tiba kita sadari kuat tertanam dalam hati.Getar kalbu terasa kuat saat kita menaruh cinta pada seseorang, dia seakan cahaya dalam setiap langkah kita. Namun ketika kita tau orang yang kita cintai tidak mencintai kita? tak pernah menaruh hati pada kita?tak pernah menginginkan kita? rangkaian kata kekecewaan yang tumpah….

Ketika ada alasan : “Akupun tidak tau kenapa,tapi dia yang paling terbaik dintara sekian banyak manusia, sungguh tak ada yang bisa menggantikannya walau dicari kebelahan bumi manapun!”

Perih yang dirasa…kemanakah kita mengadu? dimana tempat untuk mengobati luka hati kita?

Sadarkah kita..?

saat kita mencintai seseorang itu sama artinya kita telah menghamba kepadanya…

sadarkah kita..?

saat seseorang yang kita cintai tidak mencintai kita, itu berarti dia melihat kekurangan pada kita? terpikirkah kita..? jika dia yang kita harap saja tidak bisa mencintai kita, apalagi yang menciptakannya?? bersyukurlah kita yang menyadari akan kekhilafan kita… bahwa sangat sulit untuk menggapai cinta-Nya dengan dipelajari dari makhluk yang bernama manusia..



Sesungguhnya apa yang telah kita miliki adalah sempurna… rupa wajah kita adalah yang terindah yang kita miliki…. namun sinarnya belum terlihat..masih pudar dan perlu dibersihkan..dimana letaknya tersimpan didasar yang paling dalam,yang sulit terjangkau..didalam QALBU…. jika sinarnya sudah mendekati kesempurnaan kilaunya akan memancar… itulah kecantikan atau ketampanan yang hakiki…..

Harus kita sadari seseorang yang mengerti cinta mencintai bukan karena kecantikan atau ketampanan atau kekayaan… tetapi melihat pancaran yang ada pada qalbu…karena kecantikan atau kertampanan akan sirna bersama waktu.. kekayaan akan lenyap bersama putaran roda dunia…sedangkan pancaran qalbu akan selalu abadi bersama ridha ilahi…

Namun tak harus kita lupa bahwa cinta tak berarti memiliki, kita tak bisa memiliki hati kita sendiri, apalagi kepunyaan orang lain? yang berhak memilikinya hanyalah Allah..

“Laa tahzaan wa laa takhaaf…” Allah selalu menyayangi kita …kita akan menemukan cinta…”Mahabbah fillah…”

Keistimewaan Surat Al-Fatihah


al-fatihah
Berbicara tentang keistimewaan Al-Fatihah, ada satu pertanyaan yang mungkin menggelitik kita semua, yaitu apakah ada yang lebih istimewa suatu surat atau ayat dalam Al-Qur`an dibandingkan dengan surat atau ayat lainnya? Bolehkah suatu surat atau ayat dianggap lebih mulia dan penting dari surat atau ayat lainnya?

Para ulama setelah meneliti sejumlah hadits yang menerangkan tentang keistimewaan beberapa surat atau ayat Al-Qur`an, berpendapat bahwa memang ada keistimewaan suatu surat atau ayat dari surat atau ayat lainnya dalam Al-Qur`an.

Izzudin bin Abdissalam berkata, “Firman Allah tentang Zat-Nya lebih afdhal (utama) dari firman Allah tentang yang lainnya. Ayat Qul huwallaahu ahad lebih afdal dari ayat Tabbat yadaa abii lahab. Sebab, ayat Qul huwallaahu ahad menerangkan tentang keesaan Allah, sedang ayat Tabbat yadaa abii lahab menerangkan tentang kecelakaan Abu Lahab.”

Namun, perlu dicatat bahwa keistimewaan tersebut bukan mengenai keagungan atau kedudukannya, tetapi semata-mata kelebihan tentang arti atau maknanya.

Banyak hadits Rasulullah saw yang menerangkan tentang keistimewaan Al-Fatihah, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Paling Utama

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan, “Yahya bin Said menyampaikan kepada kami dari Syu’bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdurrahman, dari Hafidz bin Ashim, dari Abu Said Al-Ma’alli ra, ‘Ketika aku sedang shalat, Rasulullah memanggilku. Aku tidak menyahut. Setelah selesai shalat, aku mendatangi beliau.’
Rasulullah bersabda, ‘Kenapa kamu tidak segera mendatangiku?’
Aku menjawab, ‘Karena aku sedang shalat, ya Rasulullah.’
Kemudian, Rasulullah bersabda, ‘Aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling utama dalam Al-Qur`an sebelum kamu keluar dari masjid ini, yaitu Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin (dan seterusnya) ialah tujuh ayat yang berulang-ulang dan itulah Al-Qur`an Al-Azim yang telah disampaikan kepadaku.’”

2. Tidak Ada yang Menyerupainya dalam Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur`an

Imam Malik bin Anas meriwayatkan dalam kitabnya, Al-Muwaththa, dari Al-‘Ala bin Abdurrahman bin Ya’kub Al-Haraqi bahwa Abu Sa’id Maula ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka, “Rasulullah saw memanggil Ubay bin Ka’ab, sementara Ubay bin Ka’ab sedang shalat.
Setelah selesai shalat, Ubay bin Ka’ab mendatangi Rasulullah, kemudian Rasulullah memegang tangan Ubay dan bersama-sama berjalan keluar dari masjid sambil bersabda, ‘Aku ingin kamu jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surat yang tak pernah diturunkan dalam Taurat, Injil, dan tidak pula dalam Al-Qur`an yang menyamainya.’
Ubay berkata, ‘Aku memperlambat jalanku dan bertanya kepada Rasulullah, ‘Surat apakah itu, ya Rasulullah?’ Lalu, Rasulullah membaca, ‘Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin (dan seterusnya), inilah surat itu, yaitu tujuh ayat yang berulang-ulang dan dialah Al-Qur`an Al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku.’”


fatihah

3. Langsung dari Arsy

Al-Hakim meriwayatkan dalam kitabnya, Al-Mustadrak, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, “Amalkanlah semua yang terdapat dalam Al-Qur`an, halalkanlah apa yang dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia. Jangan sekali-kali engkau ingkari apa yang ada di dalamnya. Pada apa-apa yang kamu tidak mengerti maksudnya, kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang memiliki pengetahuan sesudah aku meninggal nanti, supaya diterangkan kepadamu. Berimanlah kamu kepada Taurat, Zabur, Injil, dan apa saja yang dibawa oleh para nabi dari Tuhan mereka. Al-Qur`an dan segala keterangan yang tercantum di dalamnya akan memberi kelapangan kepadamu. Sesungguhnya Al-Qur`an itu pemberi syafaat, sesuatu yang tak pandai berbicara tetapi membawa kebenaran. Sedangkan surat Al-Fatihah diberikan kepadaku langsung dari Arsy.”

4. Sebagai Obat (Penawar)

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Sa’id Al-Khudri berkata, “Pada suatu hari, kami bermalam di suatu dusun. Seorang budak perempuan datang kepada kami dan berkata, ‘Kepala desa di sini sedang sakit dan tak seorang pun di antara kami yang dapat mengobatinya. Adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?’ Salah seorang dari kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak yakin ia dapat mengobatinya. Ia membacakan sesuatu, dan ternyata kepala desa itu sembuh. Ia diberi hadiah 30 ekor kambing dan kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali, kami bertanya, ‘Apakah yang kaubaca tadi? Apakah engkau tukang mantra?’ Ia menjawab, ‘Tidak, saya bukan tukang mantra, tetapi saya hanya membacakan Ummul Kitab (Al-Fatihah).’ Kami berkata, ‘Jangan kabarkan kejadian ini kepada siapa pun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah.’ Sesudah sampai di Madinah, kami mendatangi Rasulullah dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah bersabda, ‘Al-Fatihah itu obat.’”

Kisah ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud. Dalam beberapa riwayat dari Imam Muslim diterangkan bahwa penyakit orang tersebut adalah terkena sengatan binatang berbisa, dan orang yang mengobati itu adalah Abu Sa’id Al-Khudri sendiri.

Menanggapi hadits di atas, para ulama berbeda pendapat tentang maksud Al-Fatihah yang dapat mengobati penyakit. Pokok perbedaan pendapat itu bermuara pada hadits di atas dan ayat-ayat Al-Qur`an berikut ini.

“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS Yunus [10]:57)
“…Katakanlah, ‘Al-Qu`an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman….’” (QS Fushshilat [41]:44)
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS Al-Isra [17]:82)

Berdasarkan ayat-ayat dan hadits di atas, para ulama sepakat bahwa Al-Qur`an itu merupakan obat. Namun, obat bagi penyakit apa, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur`an menjadi obat bagi penyakit batin atau rohani, bukan obat bagi penyakit jasmani. Namun, sebagian lagi berpendapat bahwa Al-Qur`an dapat menjadi obat bagi penyakit rohani dan jasmani. Di antara ulama besar yang berpendapat bahwa Al-Qur`an, khususnya Al-Fatihah, dapat menjadi obat bagi penyakit jasmani dan rohani adalah Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya, Madarij As- Salikin, menulis, “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai Al-Fatihah dapat menjadi obat bagi penyakit rohani. Selain itu, Al-Fatihah dapat pula menjadi obat bagi penyakit jasmani sebagaimana telah diterangkan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Para ulama ahli hadits (muhadditsin) tidak berselisih pendapat mengenai kesahihan hadits tersebut. Dalam hadits tersebut diterangkan dengan jelas bahwa penyakit tersebut sembuh dengan dibacakan Al-Fatihah.”
“Al-Fatihah banyak mengandung rahasia dan hikmah yang sangat tinggi. Di dalamnya terkandung penjelasan tentang tauhid, penyerahan diri kepada Allah, pujian kepada Allah, nama-nama Allah yang baik dan dapat Mukjizat Al-Fatihah mendatangkan kebaikan, yang salah satunya adalah kesembuhan. Inti persoalannya memang bukan semata-mata sebagai obat, tetapi bergantung pada tingkat keimanan dan keyakinan kita kepada Allah karena Dialah yang menyembuhkan,” demikian tulis Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

* Dikutif dari buku “Mukjizat Al-Fatihah”

Adab Bertamu Secara Islami



Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dipastikan bahwa seorang manusia tidak dapat hidup seorang diri, sekaya dan secukup apapun, pastilah seorang manusia membutuhkan pertolongan dan bantuan orang lain. Dari rasa saling membutuhkan inilah timbul jalinan persaudaraan atau ukhuwah,pertemanan, dll. Dan setiap kegiatan sosialisasi tentunya ada kegiatan saling berkunjung baik ke rumah kerabat maupun menghadiri undangan walimahan kerabat, dll.

Hal inilah yang membuat saya berpikir lebih lanjut, bagaimana sih adab bertamu ke rumah kerabat atau memenuhi undangannya secara Islam. Bagaimana secara Islam sikap yang seharusnya dalam memuliakan tamu dan menjadi tuan rumah, saya menemukan beberapa artikel di Internet yang akan saya copy paste disini. Semoga membantu dan menjadi pelajaran bagi kita semua dan terutama diri saya sendiri. Insya Allah… Amiin…

Adab bertamu bagi Tamu:

1. Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur/halangan, karena hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam mengatakan:“Barangsiapa yang diundang kepada walimah atau yang serupa, hendaklah ia memenuhinya”. (HR. Muslim)

2. Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya, karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaannya. Ini berarti Islam secara NYATA mengajarkan bahwa tidak ada perbedaan manusia, kecuali dalam hal takwa.Apabila kita sedang berpuasa sekalipun, diharapkan hadir. Ada hadits yang bersumber dari Jabir Radhiallaahu anhu menyebutkan bahwasanya Rasululloh SAW bersabda:”Barangsiapa yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika tidak, tidaklah mengapa.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani).

3. Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum semuanya siap. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu.

4. Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan rumah.

5. Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya. “Ya Allah, ampunilah mereka, belas kasihilah mereka, berkahilah bagi mereka apa yang telah Engkau karunia-kan kepada mereka. Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberi kami makan, dan berilah minum orang yang memberi kami minum”.

6. Tidak Mengintai Ke Dalam Bilik. Jika kita hendak bertamu dan telah sampai di halaman rumah, tidak diizinkan mengintip melalui jendela atau bilik, walaupun tujuannya ingin mengetahui penghuninya ada atau tidak.

7. Tidak Masuk Rumah Walaupun Terbuka Pintunya. Dari ayat 27 An Nuur, sebagaimana telah ditulis di atas, kita baru boleh masuk rumah orang lain harus mendapatkan izin dari pemilik rumah.



8. Minta Izin Maksimal Tiga Kali. Tamu yang hendak masuk di (halaman) rumah orang lain jika telah meminta izin tiga kali, tidak ada yang menjawab atau tidak diizinkan, hendaknya pergi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia berkata,“Abu Musa telah meminta izin tiga kali kepada Umar untuk memasuki rumahnya, tetapi tidak ada yang menjawab, lalu dia pergi, maka sahabat Umar menemuinya dan bertanya,”Mengapa kamu kembali?” Dia menjawab,”Saya mendengar Rasululloh bersabda,”Barangsiapa meminta izin tiga kali, lalu tidak diizinkan, maka hendaklah kembali.”

9. Tidak Menghadap Ke Arah Pintu Masuk. Ketika tamu tiba di depan rumah, hendaknya tidak menghadap ke arah pintu. Tetapi hendaknya dia berdiri di sebelah pintu, baik di kanan maupun di sebelah kiri. Hal ini dicontohkan Rasululloh SAW.Dari Abdulloh bin Bisyer ia berkata,“Adalah Rasululloh SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya ke depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan ”Assalamu ‘alaikum … assalamu ‘alaikum …”

10. Hendaknya Menyebut Nama Yang Jelas. Ketika tuan rumah menanyakan nama, tamu tidak boleh menjawab dengan jawaban “Saya” atau jawaban yang tidak jelas. Karena tujuan tuan rumah bertanya adalah ingin tahu siapa tamu yang mengunjunginya dan untuk menentukan sikap apakah tamu tersebut boleh masuk atau tidak.

Adab menerima tamu bagi Tuan Rumah:

1. Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan/melupakan orang-orang fakir. Rasululloh SAW bersabda:“Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang faqir.” (Muttafaq’ alaih).

2. Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasululloh SAW dan membahagiakan teman-teman sahabat, ataupun syukuran dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

3. Tidak memaksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan:“Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata: “Kami dilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot).” (HR. Al-Bukhari)
4. Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.

5. Jangan menampakkan kejemuan/kebosanan terhadap tamu, tetapi tunjukkanlah kegembiraan dengan kahadiran tamu tersebut.

6. Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berarti menghormatinya.



7. Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hidangan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan.

8. Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian.

Tips Belajar Yang Baik Untuk Hadapi Ujian/Ulangan



Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.



8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Apa Sich Sikap Posesif Itu????


Apa sih Posesif itu?

Berbagai pengertian posesif saya dapat dari berbagai sumber, pada intinya sih adalah rasa takut kehilangan dan rasa memiliki yg berebihan terhadap pasangan sehingga sering dihinggapi rasa was2 terhadap pasangan, dan ada yg bilang merupakan wujud cemburu tingkat paling tinggi..wuiiihhh..

Posesif sering dikategorikan sebagai rasa tidak percaya diri dan tidak yakin diri, sehingga saat ada yang mencintainya dan mau menerima dirinya sebagai pasangannya, maka dia akan menguasai pasangannya karena selalu diliputi ketakutan kehilangan rasa cinta pasangan. Jadi posesif pada dasarnya adalah orang yang memang punya kebutuhan yang lebih banyak daripada orang lain untuk pengakuan atau kepastian tentang hubungan cinta dan sikap. Ketika orang atau pasangannya tidak mau memenuhi hal tersebut, maka menjadi problem.

Penyebab Posesif?

Kesimpulan dari berbagai sumber kurang lebih adalah:

1. Kelewat sayang, arti posesif sendiri adalah suatu perasaan ingin memiliki dan menguasai pasangan secara berlebihan, tingkat cemburu paling atas.

2. Pengalaman masa lalu, sikap ini bisa tumbuh dengan sendirinya karena pengalaman cinta masa lalu yang buruk misalnya akibat pernah diselingkuhi atau disakiti hatinya oleh pasangan, sehingga dia tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali.

3. Tidak Percaya diri, orang-orang yang posesif seringkali menyimpan perasaan tidak yakin akan diri sendiri, rendah diri, tidak percaya diri dan merasa susah untuk mendapatkan pasangan. Ketika akhirnya dia mendapatkan pacar, maka akan cenderung melindunginya secara berlebihan.

dan ciri umum dari sifat posesif adalah: jika HP seringkali berdering tiada henti karena pasangan yang menelepon atau sms hanya untuk menanyakan “Lagi ngapain?”, “Lagi dimana?”, “sama siapa aja?” hwaaaaa tanda2 banget niih hiks

Naahhh.. bagaimana bila kita yg memiliki sifat posesif untuk mengatasinya?

Saya termasuk orang yg mau belajar maka saya nyari lagi bagaimana cara menghilangkan atau paling tidak mengurangi ke-posesif-an di satu sumber bahkan mengatakan:

Apakah kamu seorang pacar yang posesif? waah kasian sekali pacar kamu..

Iya,, kasian sekali pacar saya.. jadi gimana donk?

1. Menyadari sifat posesif itu

2. Jalin Komunikasi yg baik

Komunikasi adalah kunci sukses dalam sebuah hubungan, dan ternyata komunikasi juga merupakan salah satu cara ampuh menghilangkan sifat posesif serta mencegah kesalahpahaman kedua belah pihak.

3. Percaya terhadap pasangan

Belajarlah untuk memberikan kepercayaan terhadap pasangan kamu.. *Oke oke*

4. Memiliki tekad untuk berubah

setelah menyadari kita memiliki sifat posesif, langkah selanjutnya adalah memiliki keinginan dan motivasi untuk berubah menjadi lebih baik..

5. Memberikan kebebasan

Kita tidak punya hak sama sekali untuk mengekang dan mengatur pasangan sesuai dengan keinginan, berikan pasangan kebebasan secara individu.

6. Minta pasangan untuk mengingatkan

Terlalu berat kalau berjuang sendiri menghilangkan sifat posesif ini, mintalah pada pasangan untuk mengingatkan jika muncul sifat yg mengarah ke posesif kalo pasangan anda mau

Naaahh (lagi)… Bagaimana kalau kamu memiliki pasangan yang posesif?

* Berikan perhatian yang luar biasa kepada pasangan. Misalnya : selalu mengabarkan keberadaan kamu ataupun kegiatan anda saat itu. Tidak perlu telepon cukup sms saja. dengan laporan yang terus ter-update pasangan kamu merasa nyaman dan akan mengurangi perasaan curiga dan pasangan merasa kamu berada di tempat yang aman.

* Jangan pernah mengungkit kejadian masa lalu tentang kamu dan mantan, apapun itu atau malah membanding – bandingkannya. Bahaya ! Itu semua harus dihindari.

* Berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik saat dia marah ataupun sedih, jika pasangan sedang marah, lebih baik diam seribu bahasa. Jangan pernah menyanggahnya.

* Kumpulkan kesabaran yang lebih, dan memberikan pengertian kepadanya jika kamu terpaksa harus berinteraksi dengan lawan jenis.

Tips Menjaga Kesetiaan


Kesetiaan, tidak selalu dimiliki setiap orang. Tidak mudah dan mungkin terlalu banyak godaan untuk menjaga kesetiaan dengan pasangan. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan untuk menambah keteguhan kesetiaan Anda.

1. MengertilahPahami dan mengertilah akan segala keadaan yang sedang menimpa pasangan Anda, baik dalam keadaan senang, frustrasi, putus asa atau segala situasi tersulit sekalipun. Jangan pernah memperburuk suasana hatinya ataupun menyalahkannya ketika ia sedang mengalami nasib buruk. Dengan cinta dan kesetiaan Anda, maka Anda justru bisa membangkitkan semangat pasangan Anda untuk keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Jangan meninggalkan dia dan tetap setia di dalamnya, maka pasangan Anda akan semakin mencintai Anda, karena Anda-lah yang selalu berada di sisinya, untuk selalu menyejukkan hatinya.

2. Jadilah penghibur baginyaBila pasangan sedang sedih atau terluka hatinya, maka hiburlah dia, karena cinta Anda akan memberikan penghiburan dan penguatan bagi pasangan Anda. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali dengan kesetiaan di saat senang, sedih atau berduka. Jadi mulailah menjaga hubungan dengan kesetiaan cinta Anda.

3. IkhlasMencintai adalah memberi cinta dengan ketulusan, tidak ada terselip di dalamnya, imbalan ataupun pamrih demi keuntungan pribadi. Timbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Dari rasa ikhlas dan tanpa pamrih, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda.

4. Terima apa adanyaTerlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Dalam hubungan, jangan mencemari hati dan cinta dengan banyak tuntutan, karena bisa-bisa malah menghancurkan hubungan Anda berdua. Jangan banyak mengeluh kepada pasangan, tapi ucapkan syukur dalam setiap menghadapi kekalutan hidup. Sikap untuk belajar memberi yang terbaik untuk pasangan, akan semakin memperbesar kesetiaan cinta kepada pasangan Anda.
Jangan takut kecewaKebanyakan orang selalu ingin senang terus, dan menghindari rasa kecewa, padahal masih banyak sisi hidup yang harus dipelajari. Ada kalanya, Anda harus merasa kecewa kepada pasangan Anda, seperti adanya pertengkaran yang membuat Anda terluka hati. Namun, Anda tidak perlu takut menghadapinya, karena luka-luka kecil itu akan menambah sisi kedewasaan diri Anda. Cinta-lah yang akan memberikan semangat hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut jika harus merasa kecewa.

5. MandiriKemandirian akan membuat Anda tetap setia terhadap pasangan. Anda menjadi semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang.

6. Selalu ada harapanMilikilah harapan dan mimpi-mimpi Anda dan berusahalah untuk mewujudkannya. Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda, karena harapan Anda-lah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup bahagia dengan pasangan Anda.

7. Tunjukkan sikap ‘kesetiaan’Padukan perkataan dengan sikap yang menunjukkan bahwa Anda tetap setia kepada cinta pasangan Anda. Semua itu membuktikan dalam hubungan terdapat kejujuran dan kepercayaan satu sama lain, dan dengan demikian Anda berdua akan sama-sama menikmati buah kesetiaan tanpa perlu khawatir dengan adanya kebohongan.

10 Sikap Agar Mempunyai Kualitas Pribadi Yang Baik

1. Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.



2. Rendah Hati
Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.



3. Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.



4. Bersikap Positif
Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain,lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.



5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.



6. Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Kepercayaan Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luarkontrolnya.



10. Empaty
Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.